Jumat, 30 Juli 2021

KADES JUMPUT MAHASISWA STIT MUHAMMADIYAH BOJONEGORO MENGADAKAN PELATIHAN KREATIF DALUNG UNTUK WARGANYA

STITMu Bojonegoro, Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan aktifitas akademik pada Tri Dharma Perguruan Tinggi nomor 3 yaitu aspek Pengabdian Masyarakat. 

KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro pada Tahun 2021 ini, dilaksanakan di Kecamatan Sukosewu di 7 (tujuh) desa yaitu desa Semen Kidul, Sitiaji,Tegal Kodo, Duyungan, Jumput, Purwoasri da Pacing dan diikuti oleh 86 Mahasiswa terdiri dari 7 Desa / 7 Kelompok.

Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, menunjau proses Pelatihan Dalung di Jumput

KKN dimasa pandemi ini dilakukan dengan prosedur prokes Covid 19. Sebelum KKN dilaksanakan Perguruan Tinggi telah mengantongi ijin dari Mall Pelayanan Publik PMTSP Bojonegoro, dan seluruh Mahasiswa diterjunkan ke lokasi juga telah mengantongi hasil tes swab dan mayorita negatif Covid.

Masing-masing kelompok merencanakan program yang bervariasi, namun program utamanya adalah memberantas persebaran covid 19, maka diadakan penyemprotan disinfektan dirumah² warga dan fasilitas umum, pembagan masker kepada warga dan hand sanitizer.

Yang tidak kalah menarik adalah dalam rangka mengangkat potensi lokal desa, baik pada sisi keterampilan maupun potensi ekonomi warga desa akibat Pandemi Covid ini, mahasiswa membuat pelatihan² krearif pemanfaatan potensi lokal Desa yang ditempati Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Salah satu bentuk Program Mahasiswa selama KKN tersebut adalah Pelatihan Kreatif dari bahan Dalung Pelepah Pisang. Pelatihan tersebut dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN berdasarkan pertimbangan dan masukan dari kepala desa Jumput kepada mahasiswa. 

Oleh karena itu mahasiswa KKN kelompok 2 Desa Jumput menggandeng Tim Kreatif Bojonegro mengadakan pelatihan Pemanfaatan dalung menjadi benda produktif layak jual dengan tujuan mengangkat potensi lokal desa Jumput. 

Kades Jumput Ibtiyatun mengatakan "Desa Jumput memiliki potensi yang baik untuk dapat dikembangkan, salah satu diantaranya adalah tali pelepah pisang yang disebut juga dengan nama Dalung"

Sementara itu, panitia pelatihan (mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro) mengatakan "Kami mengadakan pelatihan pemanfaatan dalung ini bertujuan untuk mengangkat potensi lokal Desa Jumput yaitu Dalung, semoga kedepannya dapat berkembang dan meluas, sehingga dapat mengangkat potensi ekonomi masyarakat Desa Jumput

Salah satu peserta pelatihan Dalung, Mbah Sapinah mengatakan "Kami sangat senag dan berterima kasih kepada Mas-mas dan Mbak-Mbak KKN dari STIT Muhammadiyah Bojonegoro, karena telah melatih kami, semoga kedepannya bisa meningkat dan bila ada KKN lagi bisa mengadakan acara yang seperti ini agar kami semakin tahu, dalung ini bisa dibuat berbagai jenis barang yang bisa laku dijual, Terima kasih Mas-Mas dan Mbak-mbak KKN STITMUBO, Jooosss".

Disisi lain, Tim Kreatif Bojonegoro Maisir mengatakan : "Desa Jumput dikenal dengan penghasil dalung, semoga dengan pelatihan ini, mereka (warga) dapat memanfaatkan dalung, menjadi berbagai macam benda yang bernilai jual, dan bila benar-benar dijalankan, insyaallah saya akan bantu hingga pemasarannya, Terima kasih Mas-Mbak KKN STIT yang telah melibatkan kami dalam pelatihan ini, semoga warga Desa Jumput semakin kreatif dan sehat secara ekonomi"